Selasa, 04 Januari 2011

I'm happy with YOU Allah SWT


THE POWER of LOVE on GOD
Saat semua jaLan buntu,
seperti tak ada lagi harapan,
tetap bisa semangat,
karena tau masih punya DIA,
Sang pemiLik langit dan bumi,
yang bisa dengan MUDAH mengabuLkan keinginan qita.


Saat merasa sendirian tak ada yang mencintai,
tetap bisa tersenyum,
karena tau masih punya cinta yang PALING TULUS,
yaitu cintaNYA.


Saat merasa leLah dengan "dunia",
tetap bisa tenang,
karena tau dunia hanyaLah sementara,
ada kebahagiaan abadi menanti di ujung jaLan,
Amin (^_^)







YOU are My True Happines
Sejauh apapun aqu berusaha mencari kebahagiaan pada haL Lain, namun tetap saja hanya padaMU aqu merasakan kebahagiaan sejati. Hanya dengan merasa dekat denganMU hati ini begitu tenang, Langkah ini serasa ringan dan jiwa ini begitu riang. Kebahagiaan sejati yang beLum pernah aqu dapatkan dari apapun atau siapapun seLain ENGKAU Ya Allah SWT,,, (^_^)







♥♥ KebesaranMU --- By ST 12 ♥♥
KAU tempatku mengadu hati,
memberi segaLa hidup,
dunia dan seisinya miLikMU,
mencintaiMU sejati.

ku manusia yang penuh dosa,
berharap ampunanMU,
lihat di Langit kesempurnaan hadirMU,
KAU cinta pertama daLam hidup.

 Allahu Akbar Maha Besar,
memujaMU begitu indah,
seLaLu KAU berikan semua,
kebesaranMU Tuhan...







Keadaan qu sekarang adaLah kondisi yang "terbaik". ENGKAU membaLas qu BERKALI-KALI lipat dari "usahaqu" sendiri. ENGKAU juga mengampuni kemaLasan qu dengan justru memberi qu berbagai kemudahan dan kenikmatan. Tapi betapa bodohnya aqu yg justru banyak mengeLuh dan tidak bersyukur. Ya Alloh mohon ampuni hamba sekaLi lagi... dua kaLi lagi... dan berjuta-juta kali lagi... (^_^)









Sabtu, 18 Desember 2010

Peran Seluler Dalam Upaya Peningkatan Kualitas SDM Anak Bangsa : Indonesia GO Dreaming, GO Blogging, GO Religius!


Oleh Retno Arieswanti Hapsarini

Dunia tempat kita hidup ini terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu mengikuti berubahnya prioritas kebutuhan hidup manusia. Suatu kedinamisan yang menjadi sebuah keniscayaan. Terlebih dengan diketemukannya metode berkomunikasi terbaru yaitu teknologi nirkabel. Seluler dan juga internet langsung menjadi primadona, dalam waktu singkat berhasil menggeser dominasi sarana komunikasi lainnya. Teknologi nirkabel membuat parameter jarak menjadi sangat kabur, antara daerah satu dengan daerah lainnya seolah menjadi saling berdekatan satu sama lain. Dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi sebuah kendala dalam berkomunikasi.

Perkembangan teknologi informasi sekarang ini bisa menjadi jawaban bagi problem menahun bangsa Indonesia yaitu masalah kesejahteraan. Sudah menjadi fakta yang sangat ironis di negeri ini, bahwa sebuah negara yang kaya potensi sumber daya alamnya tidak menjadi jaminan masyarakatnya bisa hidup sejahtera. Jika dikaji secara lebih mendalam, ternyata faktor penyebab rendahnya kualitas hidup masyarakat Indonesia pada dasarnya sebagian besar berasal dari dalam diri masyarakat itu sendiri (faktor internal), dan sebagian lagi berasal dari luar (faktor eksternal). Faktor internal antara lain masih rendah dan terbatasnya motivasi untuk mengembangkan diri menuju sebuah kesuksesan, sikap menerima dan pasrah terhadap keadaan, merasa rendah diri, tidak berdaya dan tidak mandiri. Ruang gerak masyarakat juga terkendala oleh ukuran-ukuran obyektif dari sumber daya manusia, misalnya rendahnya pendidikan dan pengetahuan, terbatasnya wawasan, rendahnya keterampilan dalam berbagai bidang, dan rendahnya derajat kesehatan.

Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menyangkut nilai-nilai budaya, hukum dan kebijakan, serta pola pengambilan keputusan dalam berbagai bidang kehidupan yang sering kali masih berpihak kepada golongan tertentu sebut saja pejabat, orang kaya dan status sosial lainnya. Nilai-nilai ini mengakibatkan masyarakat kelas rendah terus terdiskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan yang berakibat terinternalisasinya sikap-sikap sebagai warga negara kelas dua. Di bidang ekonomi dan pendidikan juga masih terjadi perbedaan yang mencolok membawa pengaruh terhadap semakin rendahnya kualitas hidup masyarakat Indonesia secara umum.

Dampak kehadiran seluler di Indonesia sama revolusionernya dengan dampak adanya jalan raya, rel kereta api, airport ataupun pelabuhan, sehingga mempererat kesatuan sosial. Pemerataan informasi secara menyeluruh, diharapkan bisa memberikan peluang yang sama bagi setiap warga negara untuk maju dan mengembangkan dirinya seoptimal mungkin. Dan yang perlu dicatat, pertumbuhan industri seluler di Indonesia sangatlah fantastis. Menurut Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, tingkat penetrasi seluler di Indonesia diperkirakan menembus 100 persen pada tahun depan [i]. Saat ini jumlah pelanggan seluler mencapai sekitar 185 juta pelanggan dari jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa, sedikit lagi menuju ke angka 100%. Harga ponsel yang murah menjadi salah satu faktor penting penyebab tingginya jumlah pengguna seluler di Indonesia. Hanya dengan berbekal uang 300 ribuan saja konsumen bisa memiliki sebuah ponsel keren dengan fasilitas yang memadai. Selain itu, tarif yang murah juga menjadi pendorong seseorang untuk “wajib”  menggunakan seluler sebagai alat komunikasi efektif dalam keseharian mereka.

Begitu pentingnya informasi pada era global sekarang ini, bahkan bisa disejajarkan dengan kebutuhan primer manusia, sandang, pangan, dan papan. Transfer-transfer informasi yang sampai pada otak bisa membentuk mindset seseorang, yang menjadi ruhnya dalam berfikir, berencana dan bertindak. Indikasi kualitas hidup manusia seiring perjalanan waktu terus mengalami perkembangan. Sebelum abad ke-18, akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam peningkatan kualitas hidup. Kemudian, setelah abad ke-18 menunjukkan perkembangan, di mana kualitas hidup manusia juga ditentukan oleh akses telekomunikasi. Hal itu dipertegas oleh Alvin Toffler yang menjastifikasi abad modern dan pintar adalah abad yang dikuasai oleh telekomunikasi. Di mana penguasaan atas teknologi menjadi indikator utama peningkatan kualitas hidup. Kendati faktor lainnya juga ikut berpengaruh, dengan proporsi tertentu. Dalam hal penyebaran informasi yang merata inilah seluler bisa menunjukan peran dan fungsinya secara maksimal bagi peningkatan kualitas SDM anak bangsa.

Indonesia GO Dreaming
Semenjak film Laskar Pelangi rilis di bioskop, istilah berani mengejar impian mulai menjadi trend di masyarakat, khususnya di antara generasi muda. Sebuah momentum pendobrak yang sangat luar biasa. Andrea Hirata menuliskannya dengan sangat cerdas, cenderung lebih ke arah menceritakan pengalaman true storinya di masa kecil, yang justru sangat ampuh tepat membidik ke arah sasaran. Audiens yang tengah jenuh dengan tayangan-tayangan di berbagai media yang relatif seragam menyuguhkan segala sesuatu yang berbau kemewahan, seolah mendapatkan shock terapi yang mencerahkan.

Fenomena Laskar Pelangi telah berhasil menyibak tabir bayang-bayang sifat apatis generasi muda Indonesia dalam skala nasional. Menjadi sesuatu yang populer, penyebaran informasinya pun hampir merata ke seluruh pelosok negeri. Kecenderungan masyarakat kita yang sering latah mengikuti sesuatu yang populer dan menjadi trend, jika dikaitkan dengan fenomena Laskar Pelangi sangatlah menguntungkan. Pesan moral Laskar Pelangi yang begitu mulia; menekankan pada perjuangan meraih impian, juga message jangan takut untuk bermimpi besar apapun kondisi dan background kita. Sebuah pemikiran briliant yang sangat mencerahkan. Apalagi disajikan dalam bentuk format kisah yang diangkat dari true story, sehingga dapat dengan mudah merangsang terbukanya pikiran audiens, bahwa ternyata ada juga orang sukses yang berangkat dari background keluarga tidak mampu. Hanya dengan bermodalkan kegigihan dan perjuangan impian besarnya pun berhasil diraih. Dan hal tersebut merupakan true story yang benar-benar terjadi bukan hanya isapan jempol belaka.

Informasi tentang semangat berani bermimpi besar Laskar pelangi terus menyebar dengan dahsyatnya. Selalu hangat menjadi topik perbincangan. Baik melalui televisi, media massa, obrolan orang per orang, pembicaraan lewat telpon, sms, dll.  Bahkan di facebook pun fenomena Laskar Pelangi menunjukan gaungnya tersendiri, sangat sering saya melihat teman-teman FB yang mengupdate status tentang sesuatu yang bernafaskan semangat mengejar impian. Terkesan bahwa mereka saling berlomba-lomba menampilkan aura mindset positif dari dirinya, sangat mengesankan. “Bener-bener dech Laskar Pelangi bisa menghipnotis jutaan orang dalam waktu yang singkat. Sangat luar biasa!”, gumam saya dalam hati, saking kagumnya.

Berdasarkan data APJII tahun 2010 pengguna Internet di Indonesia mencapai 45 juta orang. Sedangkan BOSTON mengeluarkan sebuah prediksi yang sangat mencengangkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia dan empat negara lainnya Brazil, Russia, India, China diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2015 [ii]. Berdasarkan data Boston Consulting Group, jumlah pengguna internet di lima negara tersebut akan mencapai 1,2 miliar orang pada 2015. Selain itu, prediksi yang dikeluarkan Boston pada 1 September 2010 menyebutkan bahwa pengakses internet melalui perangkat mobile seluler di lima negara tersebut secara keseluruhan pada 2015 akan mencapai 920 juta atau sekitar 76,67 %. Dari data tersebut bisa disimpulkan sebagian besar pengguna FB mengakses acount jejaring sosial miliknya lewat media seluler. Dapat diartikan juga bahwa seluler memegang peranan penting dalam penyebaran informasi yang mencerahkan.

 Fenomena berani bermimpi besar Laskar Pelangi dampaknya terus konsisten terlihat sampai sekarang. Gaungnya terus menggema ke seluruh negeri menggelorakan semangat perjuangan merubah nasib. Sangat disayangkan sekali jika momentum bagus ini tidak ditindaklanjuti secara serius agar  dapat menghasilkan sebuah perubahan yang nyata. Informasi-informasi positif yang menginspirasi seperti inilah yang harus selalu disebarluaskan secara terus-menerus kepada masyarakat awam. Yang diharapkan bisa mensugesti positif sehingga bisa merubah mindset pemikiran masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Alangkah indahnya jika semua masyarakat Indonesia GO dreaming! Berani bermimpi besar, saling berlomba-lomba berjuang mewujudkan impian besar masing-masing. Wonderfull, aura positif akan menyebar ke seluruh pelosok negeri; aura optimistis, pantang menyerah, tidak mudah berputus asa, berjuang sampai titik darah penghabisan. Dan sangat diharapkan bahwa seluler harus selalu menjadi media pendukung penting terwujudnya semua perubahan ini. Dengan menjadi media pemerataan informasi positif yang menginspirasi secara cepat, mudah, murah dan merata. Sehingga tujuan akhir menuju bangsa Indonesia yang besar dan sejahtera tidak hanya sebatas impian. Semoga.

Indonesia GO Blogging
                Dalam beberapa tahun terakhir gaung era GO Blogging semakin hangat menggema. Sudah banyak contoh sukses para blogger baik di dunia maupun di Indonesia yang semakin menginspirasi banyak orang untuk ikut berburu kesuksesan melalui media blog. Di dunia ada 20 nama blogger sukses dan kaya raya; Alborz Fallah--Blogger Sukses di Blog Mobil, Collis Ta’eed--Blogger Sukses Di Blog Tutorial, Darren Rowse--Blogger Sukses di Blog Make Money Blogging, Gary Vaynerchuk--Blogger Sukses di Blog Anggur, Harvey Levin--Blogger Sukses di Blog Gosip Selebriti, Heather B. Armstrong--Blogger Sukses di Blog Motivasi, Jake and Amir--Blogger Sukses di Blog Humor, Jeremy Schoemaker--Blogger Sukses di Blog Adsense, Josh Marshall--Blogger Sukses di Blog Humor, Lisa Stone--Blogger Sukses di Blog Wanita, Mario Lavandeira--Blogger Sukses di Blog Gosip Selebriti Holywood, Michelle Malkin--Blogger Sukses di Blog Kontroversi, Michael Arrington--Blogger Sukses di Blog Teknologi, Pete Cashmore--Blogger Sukses di Blog Situs Media Sosial, Robert Scoble--Blogger Sukses di Blog Training, Steve Pavlina--Blogger Sukses di Blog Make Money Online, Tim Ferriss--Blogger Sukses di Blog Motivasi, Timothy Sykes--Blogger Sukses di Blog Investasi, Tucker Max--Blogger Sukses di Blog Penakluk Wanita, dan Yaro Starak [iii]. Para blogger sukses ini rata-rata bisa mengantongi penghasilan puluhan ribu dollar setiap bulannya hanya dari iklan saja, belum lagi tambahan penghasilan lain yang merupakan imbas dari kepopuleran blog mereka. Sebuah penghasilan yang sangat fantastis!

                Untuk sekup Indonesia sendiri, ada nama Raditya Dika, Cosaandra, Alex Santoso, Isnaini, Narakrisna, DominasiSerp.com, Ahira, Jonru, Agnes Davonar, dll. Parameter kesuksesan mereka pun berbeda-beda. Raditya Dika misalnya, sangat identik dengan Kambing Jantannya. Novel pertamanya yang dipublish di blognya itu berhasil membawanya menjadi penulis novel komedi populer dan selalu menjadi best seller. Pekerjaan sebagai penulis skenario, juga pembicara seminar-seminar penulisan, semakin menambah tebal pundi-pundi uangnya [iv]. Maka tidak salah jika kemudian Dika dijuluki dengan sebutan “From blogger to milyarder”. Lain halnya dengan Cosaandra, memulai semuanya dengan menulis artikel-artikel online bisnis, yang pada akhirnya justru mengantarkannya menjadi blogger dan netpreneur berpenghasilan besar di Indonesia. Penghasilan Cosa sangat fantastis, bisa mencapai ribuan dollar perbulannya hanya dari google adsense.

Fair play persaingan dunia internet bisa menjadi solusi permasalahan pengangguran di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, saat ini sangat sulit mendapatkan pekerjaan, jumlah sarjana yang menganggur pun semakin meningkat. “Gimana bisa kerja? Lapangan pekerjaan yang tersedia sangat sedikit, sedangkan jumlah pencari kerja membludak. Terlebih, saya sama sekali tidak punya koneksi.”, jawaban umum yang sering saya dengar dari para sarjana yang masih menganggur. Mungkin ada benarnya juga, kalau ada yang menyebut bahwa Indonesia adalah bangsa yang kekeluargaannya sangat kental sekali. Salah satunya, kalau bukan keluarga tidak boleh kerja di sini, hehe. Sebuah budaya negatif yang sudah sepatutnya harus segera dihilangkan.

                Sifat persaingan fair yang saat ini sedikit sulit kita temui di dunia nyata, bisa kita temui di dunia internet. Di situ sama sekali tidak berlaku hukum senioritas maupun KKN. Setiap individu berhak dan bisa menjadi sukses di dalamnya. Tidak harus menunggu punya nama terlebih dahulu baru bisa terjun ke dunia internet. Dan tidak juga membutuhkan koneksi untuk bisa masuk berkiprah di internet. Semua berlangsung sangat fair, karena  akan dinilai langsung oleh berjuta audiens, yang sama sekali tidak kita kenal, otomatis menutup peluang terjadinya  “hukum uang”. Hanya kualitas dan kerja keraslah yang berbicara. Siapa saja yang bisa “menjual” sesuatu yang berkualitas dan bermanfaat, maka baginya ada hasil yang memuaskan. Peluang penghasilan yang lumayan dari kegiatan blogging, bisa menjadi alternatif pekerjaan yang menjanjikan. Dengan semakin banyaknya masyarakat kita yang tahu dan melihat peluang besar ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, yaitu dengan terserapnya pengangguran dalam dunia kerja internet lewat peluang penghasilan dunia blogging.

                Seolah terinspirasi oleh figur-figur blogger sukses tersebut, saat ini banyak generasi muda berlomba-lomba mengadu kreatifitasnya lewat media blog. Rata-rata merupakan nama-nama baru yang relatif kurang familiar, karena kebanyakan hanya orang biasa, yang benar-benar baru terjun dalam dunia blogging. Termasuk saya sendiri, sudah sekitar setahunan ini terdaftar sebagai salah satu pemilik acount blogspot. Walaupun blog saya masih sangat jauh dari kata sempurna, banyak hal tentang dunia blog yang harus lebih saya gali dan pelajari. Di sela aktifitas ngeblog, saya juga berinteraksi dengan sesama blogger. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, dan tidak sedikit pula yang berasal dari strata ekonomi biasa atau bahkan bisa dikatakan kurang mampu. Saya dan mereka pun sepakat, bahwa tarif operator yang murah, juga jangkauan yang luas, menjadi salah satu alasan mendasar bagi kami berani terjun dalam dunia blogging, tanpa harus takut memikirkan kendala biaya atau jaringan sinyal. Banyak di antara teman blogger saya yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Saking inginnya terjun serius di dunia blogging, sampai harus rela bersusah payah menyisihkan biaya internet dari uang saku bulanan mereka. Untungnya tarif internet yang harus dikeluarkan hanya berkisar 150 ribu saja perbulan. Dengan uang segitu kita sudah bisa menikmati layanan internet bulanan unlimited sepuasnya.

                Dengan adanya era GO Blogging sekarang ini diharapkan bisa membentuk sikap mental positif generasi anak bangsa. Sikap mental kreatif, inovatif, fair, kerja keras dan pantang menyerah. Sehingga bisa menghasilkan SDM Indonesia yang unggul dan berkualitas. Semoga.

Indonesia GO Religius
Keberadaan manusia di muka bumi ini sejatinya tidak bisa lepas dengan apa yang dinamakan agama. Lewat ajaran agama, Tuhan seolah tengah berbicara kepada manusia, mengenai aturan dan tata cara bergaul, antara manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia, dan juga antara manusia dengan alam. Sebuah ajaran yang menuntun manusia kepada keimanan, yang akan senantiasa menuntunnya munuju ke arah jalan kebenaran.

Pada era sekarang,  sudah terjadi perubahan pola interaksi antara tokoh pemuka agama dengan para jamaahnya. Dulu, kedua elemen guru dan murid ini, hanya bisa bertemu dan saling bertukar ilmu lewat media pengajian, dan atau acara peribadatan lainnya. Untuk sekarang ini, selain lewat cara konvensional, para pemeluk agama juga bisa saling berbagi pengetahuan tentang ajaran agamanya lewat media sms. Seperti saya sendiri misalnya, yang kebetulan beragama Islam, sudah sekitar satu tahunan ini saya menjadi member sms Tahajud Call, sms ICM KDI, dan sms Darut Tauhid. Jadi, setiap harinya semua layanan sms tersebut, masing-masing mengirimkan satu buah sms religi harian ke nomer ponsel saya, yang isinya mengenai Hadist, Tafsir Al-Qur’an, ketauhidan, dll.

Semua layanan sms religi harian yang saya ikuti gratis tidak harus membayar. Semua biaya menjadi tanggungan pihak penyelenggara layanan, yang merupakan bagian dari anggaran pengembangan dakwah. Dan sekali lagi, tarif sms yang murah, sekaligus juga bonus beribu-ribu sms gratis tiap harinya, sangat memudahkan proses jalannya dakwah keagamaan. Tidak jarang pula, saya melakukan tanya jawab dengan pihak penyelenggara layanan sms mengenai topik ilmu-ilmu agama, dan mereka pun bersedia menjawabnya dengan ramah dan sopan, padahal kami sama sekali tidak saling mengenal, hanya sebatas tahu identitas saya saat melakukan proses registrasi. Semua kefleksibelan ini sangat mempermudah proses transfer ilmu di antara kami.

Sepertinya metode layanan sms religi harian seperti ini sudah lazim dilakukan semua pemeluk agama, tidak hanya islam. Kemajuan teknologi benar-benar mempermudah manusia dalam segala bidang. Ditunjang lagi dengan pelayanan dari operator seluler, yang menyediakan tarif murah serta jangkauan luas, sangat mendukung dan memaksimalkan manfaat penggunaan kemajuan teknologi yang ada.

Tidak hanya melalui layanan sms religi harian, sekarang, facebook dan twitter pun sudah bisa menjadi media transfer ilmu-ilmu keagamaan. Banyak grup keagamaan di facebook, yang setiap harinya selalu mengupdate status-status yang mencerahkan. Bahkan tidak jarang, teman-teman FB saya, atas nama pribadinya sendiri, mengupdate status yang bernafaskan keimanan dan keagamaan. Semua informasi mencerahkan tersebut begitu sering saya lihat muncul hilir mudik menghiasi beranda facebook.

Pola transfer ilmu pengetahuan keagamaan yang mudah dan tidak ribet cenderung akan mempermudah terserapnya esensi kebaikan dari makna ajarannya. Prosesnya yang santai dan tidak formal bisa menghilangkan kesan siapa yang diberitahu dan siapa yang lebih tahu. Perasaan kesetaraan akan lebih mudah terkondisikan. Sedikit demi sedikit nilai-nilai kebaikan tersebut akan masuk ke dalam hati, yang kemudian akan menjadi filter yang sempurna dalam setiap langkah kehidupan, agar bisa menjalankan hidup dengan cara yang baik dan benar sesuai nilai-nilai Ketuhanan.

******


Perkembangan teknologi sudah selayaknya memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia, begitu pula dengan kemajuan teknologi telekomunikasi. Kemajuan pada bidang ini menjadikan individu semakin mudah berkomunikasi satu sama lain meski terpisah dimensi ruang, menjadi sebuah media pemerataan informasi secara menyeluruh ke semua lapisan masyarakat. Tidak akan terjadi lagi sebuah kesenjangan informasi. Semua masyarakat mendapatkan informasi yang sama, dimana akan merangsang terbukanya pemikiran untuk membidik segala peluang yang ada. Sebuah awal menuju era pemerataan informasi, peluang dan kesempatan, menuju terwujudnya bangsa Indonesia yang sejahtera. Semoga.

Keterangan   :
[v].    Tulisan ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis XL Award 2010.
[vi].  Tema khusus karya tulis : Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.





Rabu, 13 Oktober 2010

Sayembara MenuLis Persembahan Deterjent VISO

Kontes menuLis kisah tentang pengaLaman pribadi kita daLam memakai deterjent VISO. Kirim cerita + data diri + bungkus deterjent VISO ke aLamat : PO BOX  VISO  JKT  10000

Ada hadiah @ 3 Juta Rupiah untuk 50 pemenang...!!!
( Sumber : ikLan TV VISO versi bintang ikLan Desy Ratnasari )

Pengiriman paLing Lambat akhir Januari 2011





 

Minggu, 10 Oktober 2010

Bisnis Ritel Makanan (Grocery) Sangat Menjanjikan

Oleh Retno Arieswanti Hapsarini


Hipermarket mengalami pertumbuhan yang sangat pesat
Pada tahun 2010 industri hipermarket di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan, total belanja ritel modern tahun ini bakal mencapai Rp 100 trilyun. Sebanyak Rp 65 triliun merupakan belanja makanan dan sisanya non-makanan. Dari jumlah belanja makanan ini, hipermarket mengambil porsi 35 persen, minimarket 35 persen dan supermarket 30 persen. Makanan yang merupakan kebutuhan pokok manusia, mengharuskan kita mau tidak mau untuk berbelanja makanan dan minuman setiap harinya. Hal inilah yang menyebabkan mengapa mini market dan hypermarket pertumbuhannya sangat pesat(Kompas.Com).

Pertumbuhan gerai ritel makanan di hypermarket rata rata 30% per tahun dan supermarket 7% per tahun dan convenience store/mini market sekitar 15%. Pada tahun 2003, penjualan sektor ritel modern makanan dikuasai oleh supermarket 60%, hypermarket 20% dan sisanya 20% oleh convenience store/mini market.

Rabu, 06 Oktober 2010

Maaf Nak, Aku Bukan Ibu Yang “Sempurna”


Teruntuk ananda tercinta,
yang kini masih berada dalam alam “pra penciptaan” nan indah,

Anakku tercinta, dalam lembaran-lembaran surat ini ibu akan memperkenalkan sedikit tentang siapa diriku, agar kamu bisa mengenal ibu tak sempurna macam apa yang akan menjadi ibumu kelak.
                                                                                                                                
Anakku, jangan pernah berharap akan menemui sesosok figur ibu “sempurna” pada diriku seperti layaknya ibu-ibu mulia lainnya di muka bumi. Aku tidak seperti mereka. Aku sangat tidak sempurna mempunyai banyak kekurangan.

Anakku, maafkan ibumu ini, aku tidak bisa seperti para ibu lain yang bisa dengan suka rela mengorbankan kesenangannya demi putra-putri tercinta. Ibu belum bisa berlaku demikian, Nak. Aku tetap membutuhkan “me time” untuk kesenangan dan hobiku sendiri. Menonton Bola, film korea dan telenovela belum bisa kutinggalkan. Karena kupikir dengan begitu diri ini bisa tetap menjadi pribadi yang “utuh” sehingga dapat menjalankan tugas-tugasku sebagai ibu untukmu.

Mungkin jika para ibu lain mempunyai kesabaran seluas samudra, sehingga bisa dengan mudah memaafkan kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan anak-anaknya. Ibumu tidak seperti itu, Nak. Aku akan memarahimu dengan keras saat kamu berbuat kesalahan, dengan harapan bisa membuatmu jera dan belajar bertanggungjawab terhadap setiap apa yang telah kamu lakukan.

Mungkin jika para ibu lain akan mengarahkan anak-anaknya untuk jadi “pegawai/karyawan” atau PNS(Pegawai Negeri Sipil). Ibumu tidak seperti itu, Nak. Aku justru akan menanamkan watak enterpreneurship dan kreatifitas pada dirimu. Dengan harapan kelak kamu menjadi manusia yang bisa “mencari uang dengan mudah” dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Kreatif dan inovatif. Juga jeli menangkap peluang. Ibu sama sekali tidak bangga jika kamu menjadi PNS berkedudukan tinggi. Tapi ibu justru akan bangga sekali jika kamu bisa menjadi seseorang yang “ahli” dalam bidangnya. Dengan keahlianmu itu kamu dibutuhkan dan bermanfaat bagi banyak orang. Seandainya semua itu benar-benar terjadi alangkah bahagianya hati ini. Diriku ini bisa berkata dengan percaya diri pada Allah SWT, “ Ya Alloh, hamba telah berhasil mendidik anak hamba. ENGKAU lihatlah dia sekarang, anakku itu sudah bisa menjalankan fitrahnya sebagai manusia : menjadi khalifah wakil ENGKAU di muka bumi dengan menjadi “ahli” dalam bidangnya dan  mempunyai banyak manfaat bagi sesama.”

Anakku, ibu sangat ingin kamu kelak menjadi figur “pendobrak” yang menjadi motor penggerak bagi generasi pada masamu. Pelopor ke arah kemajuan yang lebih baik. Walau mungkin pada awalnya akan mendapat tentangan dari banyak pihak karena dianggap keluar dari pakem yang sudah ada. Tapi itulah resiko seorang revolusioner, Nak. Dianggap aneh pada awalnya. Namun satu hal yang bisa kujanjikan kepadamu, di saat-saat sulit itu aku akan selalu setia berada di sisimu, menjadi pendukung yang paling setia. Bahkan di saat tidak ada satu pun manusia lain yang berada di pihakmu, ibu dan Tuhan akan selalu ada untukmu. Ibu akan berkata dengan bangga pada dunia, “Dia adalah anakku! Sosok pribadi yang briliant dan luar biasa! Aku sangat bangga padanya.”
Mungkin jika para ibu lain, akan selalu menunjukan setiap hal yang harus dipilih anak-anaknya. Ibumu tidak seperti itu, Nak. Aku akan membebaskanmu menentukan pilihan-pilihanmu sendiri. Dengan harapan, kelak kamu akan mengerti, bahwa hidupmu sepenuhnya ada dalam genggaman tanganmu sendiri, mau jadi apa dan seperti apa hanya tergantung pada dirimu sendiri. Kehidupan sesungguhnya merupakan perjalanan dari pilihan satu ke pilihan selanjutnya. Asal bisa mempertanggungjawabkan pilihan yang sudah diambil, tidak perlu terlalu ambil pusing dengan penilaian orang lain. Orang lain cukup sebagai penilai tapi BUKAN penentu hasil akhir.

Ibu akan mencoba mendidikmu menjadi anak yang berani mempunyai mimpi-mimpi besar, optimis dan positif thingking. Gigih dan bekerja keras meraih mimpi-mimpimu. Namun, tidak memusuhi kata “kegagalan”. Dalam sebuah proses, kegagalan demi kegagalan merupakan suatu keharusan yang tidak terhindarkan. Jangan pernah membenci kegagalan, Nak. Justru bersahabatlah dengannya. Dari situ kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran berharga. Kegagalan demi kegagalan yang kelak kamu lewati akan menempamu menjadi pribadi tangguh yang tahan banting dan tidak cepat putus asa. Perlahan tapi pasti kamu pun akan menjadi pribadi yang matang secara emosional.

Ada hal sangat mendasar yang harus kamu miliki, Nak. Harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tanpa semua itu kamu akan mengalami banyak kesulitan dalam menjalani hidup. Hal mendasar itu adalah iman dan tauhid. Iman : yakin dengan seyakin-yakinnya pada Allah SWT. Tauhid : keesaan Sang Pencipta. Saat ada iman yang tertanam kuat di hatimu, “dunia” tidak akan pernah membuatmu takut. Semua rintangan, kesusahan, kesedihan dan penderitaan tidak akan berarti apa-apa. Karena yakin ada kekuasaan Allah SWT di atas segala-galanya. Asalkan sudah berada di jalan yang diridhoiNYA Allah SWT pasti akan memberikan yang terbaik. Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini jika DIA sudah berkehendak KUN FA YAKUN.

Ada satu prinsip penting lagi yang harus kamu punya, Nak. Prinsip keseimbangan! Jika menyangkut mimpi-mimpimu kamu harus melihat ke atas. Lihatlah tokoh-tokoh besar yang sukses dalam bidangnya, sehingga bisa memacu semangat kita dalam berjuang. Namun dalam hal “materi” hendaknya sering melihat ke bawah, sehingga bisa senantiasa bersyukur akan segala nikmatNYA. Masih banyak saudara-saudara kita yang bahkan untuk makan saja sulit. Dalam sebagian harta kita ada hak orang lain. Jika tidak mau segala nikmat yang sudah kita miliki dicabut olehNYA, hendaklah peduli pada “penderitaan” orang lain. Mudahkan urusan orang lain, maka DIA akan memudahkan urusan kita. Dan manakala kita memberikan sebagian harta untuk orang lain, jumlahnya bukan berkurang melainkan akan bertambah secara ajaib. Maka dari itu, Nak. Ibu ingin kamu menjadi manusia yang berguna bagi sebanyak-banyaknya sesama. Menjadi jalan kesuksesan orang lain. Perpanjangan tangan Tuhan, memberi makan orang-orang yang lapar dan memberi tempat berteduh kepada siapa saja yang belum memiliki tempat tinggal.

Oya Nak, ada satu titipan dari Nenekmu, satu sikap yang juga Beliau ajarkan padaku. “Harus senantiasa bersikap baik dan menghormati orang lain. Jangan pernah membeda-bedakan orang hanya karena latar belakang backgroundnya. Pada dasarnya semua manusia terlahir dengan potensinya masing-masing yang harus kita hormati.”, begitu kata Nenek. Sebuah prinsip tentang kemuliaan ahlak yang sangat keren bukan, Nak? Ibu harap kamu bisa seperti Nenekmu. Sosok yang sangat menyenangkan bagi orang lain, selalu bersikap sopan santun kepada siapa saja, kehadirannya pun selalu dirindukan.

Buah hatiku tercinta,
aku tak akan meminta banyak,
cukup jadi anak soleh dan solehah,
yang menjadi tiketku ke surga.

Buah hatiku tersayang,
tolong ibumu ini Nak,
buat aku bangga di hadapan Tuhan,
memiliki anak yang bermanfaat bagi banyak orang.

Buah hatiku terkasih,
ibu tak menjanjikan kasih sayang seluas samudra,
ataupun harta berlimpah seluas angkasa,
hanya satu yang bisa kujanjikan,
diri ini akan sekuat tenaga mendidikmu,
agar menjadi manusia yang sukses dunia akhirat,
Amin.

Begitulah aku, Nak. Sosok ibu yang tidak sempurna. Mohon terima diri ini apa adanya dengan segala kekurangan dan keterbatasanku. Mohon maaf, jika kelak selama menjadi anakku kamu akan sering merasa kecewa pada diri ini. Ibu hanya manusia biasa. Jangan terlalu “berharap” banyak dariku. Cukup bagimu ada Allah SWT yang tidak akan pernah mengecewakanmu.

Tolong bantu ibumu ini, Nak. Agar kita bisa bersama-sama saling bergandengan tangan berusaha menjadi hambaNYA yang taat dan berada di jalan yang lurus. Amin.


Wassalam,
with love,


ibumu yang tidak sempurna



(Tulisan ini sedang saya ikut sertakan dalam LOMBA “SURAT UNTUKMU, NAK. DARI CALON IBUMU/AYAHMU.”)




Kamis, 23 September 2010

Tidak Ada Hal Yang Salah Kalau Sudah Menyangkut Kemuliaan Seorang Ibu

By Retno Arieswanti Hapsarini

Sebagai sebuah bentuk hubungan yang wajar antara ibu dan anak, hubungan saya dengan Ibu penuh dengan pasang surut. Gelombang pasang itu datang beberapa tahun silam sewaktu saya masih kuliah semester tiga. Sebuah tragedi terjadi yang membuat hubungan kami rusak dalam waktu yang cukup lama. Sebelumnya saya sangat “memuja” Ibu, dalam hati ini tertanam tekad : “Saya harus menjadi anak yang bisa membanggakan dan membahagiakan Beliau!”. Namun kejadian itu membuat rasa kagum itu hancur berantakan berkeping-keping, terganti dengan rasa sakit merasa terkhianati yang teramat sangat. Jika dilihat secara kasap mata kejadian itu terlihat simple. Tapi bagi saya tidak begitu! Ada banyak alasan yang membuatnya menjadi begitu berat dan teramat menyakitkan.

Liburan semester tiba seperti biasa saya pulang kampung naik kereta ekonomi Pasundan dari Yogyakarta menuju Banjar. Sesampai di stasiun Banjar, Ayah sudah menunggu untuk menjemput. “Kok pake jaket? Tumben?”, tanya saya dalam hati karena biasanya Ayah tidak pernah pake jaket. Tanpa banyak bicara saya ikuti saja langkah Beliau menuju parkiran. Ayah melangkah menuju sebuah motor honda baru. Saya pun tertegun, kemudian spontan bertanya, “Motor siapa nih?”. “Motor kita dong.”, jawab Ayah. Wah ternyata mereka membeli motor baru! Pantas saja Ayah pake jaket biasanya kalau menjemput pake mobil Ayah gak pernah pake jaket. Alhamdulillah waktu itu keluarga kami sudah mempunyai mobil walaupun hanya sebuah mobil yang sangat sederhana sekali sangat jauh dari kata mewah. Tetapi dengan mobil “butut” itu lah kami bisa bepergian bersama sekeluarga dengan nyaman.

Minggu, 08 Agustus 2010

Skenario FTV Created By Retno Arieswanti Hapsarini

Lowongan Cintaku merupakan FTV berjenre Komedi Romantis bersetting kota gudeg Yogyakarta yang mengisahkan tentang perjuangan seorang pemuda bernama Reza dalam mendapatkan pekerjaan. Reza yang baru saja lulus kuliah setelah menempuh pendidikan selama hampir delapan tahun ini tengah resah karena belum juga mendapatkan pekerjaan. Sudah puluhan surat lamaran pekerjaan dia kirimkan, bahkan ada juga beberapa diantaranya yang memanggilnya untuk interview. Wawancara dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya sudah dia jalani. Tapi hasil akhirnya tetap sama, nihil! Reza tetap menjadi seorang pengangguran!

Sebenarnya Reza bisa saja meminta pekerjaan dengan sangat mudah pada ayahnya. Tapi dia tidak mungkin melakukannya. Harga diri dan gengsinya mengatakan tidak! Reza sudah bertekad dia harus membuktikan pada ayahnya bisa mandiri dan sukses dengan usahanya sendiri. Selama ini Reza merasa ayahnya selalu meremehkannya, hanya menganggapnya sebagai anak manja yang hanya bisa bersenang-senang dan menghamburkan uang. “Aku ingin Papah melihat bahwa seorang Reza Rahardian bisa sukses dengan usahaku sendiri.”, kurang lebih beginilah tekad Reza.

Jumat, 04 Desember 2009

KUN FAYAKUN

Iseng-iseng buka pesbuk; membalas beberapa kiriman teman, juga mengomentari beberapa status update, terus akhirnya ngobrol deh ama seorang teman sebut saja Mr X. Awalnya sih oke obrolannya menyenangkan, eh lama-lama malah bikin hati "gemes"! Sangat pesimis memandang semua hal! Juga bernegatif thingking pada semua orang! Pengen rasanya untuk segera OFF, tapi itu khan nggak sopan, Hehe,,, :-P ,,,

"Aura kita akan menular pada lawan bicara kita", pernah dengar ungkapan seperti itu? Ternyata benar. Setelah ngobrol dengan Mr X itu entah mengapa "semangat" saya jadi menurun. "Tau gini tadi nggak usah buka pesbuk!", sesal saya dalam hati. Ya apa mau dikata semuanya sudah terjadi. Akhirnya di tengah "kegemesan hati" itu saya langsung tidur. Sudah menjadi kebiasaan lama, kalau sedang mumet mesti langsung tidur, Hehehe,,, :-P

Tengah malamnya saya terbangun, lalu solat Tahajud. Dalam solat itu saya benar-benar memohon pada Allah SWT agar hati ini kembali dikuatkan. Agar bisa kembali "semangat", optimis serta positif thingking seperti biasanya. Emang bener ya, sepertiga malam akhir adalah waktu yang sangat oke untuk berdoa. Tumben-tumbennya tuh Sobat saya bisa khusyu berdoa, biasanya sih boro-boro konsen yang ada pikiran pabaliut teu pararuguh. Selesai solat saya kembali tidur. Tapi sudah mengeset alarm jam 04.15 untuk solat subuh juga untuk menonton ceramah Ustad Yusuf Mansyur "Nikmatnya Sedekah" di TPI.

Jam 04.15 alarm bunyi tuh kenceng banget, klurang kluring rame tenan pokoe. Udah pake alarm sekenceng itu tapi tetep aja kok kayae susah banget untuk bangun. Wajar juga sih,,, kan saya baru aja tertidur lagi jam tigaan. Setelah bertarung beberapa detik, cie cie bertarung kaya apa aja :-P, akhirnya si nafsu baik menang tuh, saya terbangun lalu solat subuh.

Jam 04.30 saya stand by depan TV mantengin TPI, nunggu Ustad Yusuf Mansyur yang sangat saya idolakan. Akhirnya terereng,,, Pak Ustad muncul juga. Emang bener ca'em neh ustad, saya demen banget ama Beliau, ajaran Tauhidnya sangat luar biasa! Kata demi kata saya dengerin dengan seksama, nggak mau terlewat satu kata pun pokoe. Untung lho Sobat tadi saya bisa bangun, coba kalo nggak, saya nggak bakalan nonton ceramah Pak Ustad, episode kala itu oke banget tentang "Mengejar Impian"--tema yang retno demen banget nih :-P,,,

Kata Pak Ustad, jarak kita dengan impian hanya sebatas jarak tempat wudhu dengan sajadah kita! Mau apapun minta sama Allah SWT! QS Al-Hadid ayat 2, yang kurang lebih isinya Allah SWT lah Sang Penguasa Kerajaan Langit dan Bumi, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kata Pak Ustad lagi, tidak ada hal yang mustahil di dunia ini, Allah SWT bisa dengan mudahnya "membukakan jalan" jika Dia sudah menghendakiNya.

Pak Ustad Yusuf Mansyur juga mengisahkan sebuah True Story dari salah satu jamaahnya. Terkisah ada seorang anak sebut saja Mr NN. Beliau hanya seorang anak kampung biasa, jarak kampungnya dari kota sekitar 400 km. Meskipun begitu Beliau yang pada waktu itu masih SMA mempunyai sebuah impian besar--ingin kuliah di Amerika! Beliau menceritakan tentang impiannya itu pada Sang Bunda, memang sosok ibu yang luar biasa, dengan bijaknya Sang Ibunda mensupport dan menyemangati putranya, "Ayo Nak,,, Ibu temenin,,, Ibu temenin Kamu solat malam,,, kita minta sama Allah,,,". Subhanallah sungguh sosok ibu yang luar biasa. Ya sebelas dua belas lah sama mamahnya retno hehe(biar si Mamah GR mode on hehe,,,:-P)

Selama tiga tahun Beliau berusaha dengan sungguh-sungguh. Belajar dengan sangat giat. Juga tidak lupa bersama Sang Ibunda tercinta memohon pada Allah SWT. Beliau dengan ditemani Sang Ibunda selalu "mendirikan" solat malam, dhuha serta membaca surat Al-Waqiah. Semua itu dikerjakan secara terus-menerus selama tiga tahun. Akhirnya sampailah Beliau pada test ujian penerimaan beasiswa ke luar negeri. Banyak sekali yang mendaftar. Dari berbagai daerah. Rata-rata dari sekolah-sekolah favorit di perkotaan. Dan mayoritas adalah anak-anak yang berIQ sangat tinggi. Ujian selesai dilaksanakan. Nah, tiba juga tuh pada pengumuman hasil ujian. Dan ternyata, Beliau gagal! So sad ya,,,:-P. Tapi tunggu dulu Sobat cerita nggak end sampai di sini. Allah SWT bisa saja menutup satu jalan tapi masih banyak jalan lain yang bisa DibukakanNya. Allah SWT Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Karen gagal test beasiswa ke luar negeri, Beliau melamar di Departement Tenaga Kerja yang kebetulan tengah mengadakan program magang untuk para lulusan SMA agar tidak sampai menganggur. Dan Beliau lulus tuh, kemudian ditempatkan menjadi guide seorang profesor dari Amerika yang tengah mengadakan penelitian di Indonesia. Penelitiannya selama enam bulan dan di daerah yang sangat terpencil. Dengan setianya Beliau menemani Sang Profesor. Sampai-sampai Sang Profesor pun bersimpatik padanya dan menjadikannya asisten selama penelitian.

Waktu enam bulan berlalu sudah, penelitian selesai, Sang Profesor kembali ke Amerika dan Mr NN pulang kembali ke desanya. Enam bulan kemudian Mr NN kembali ikut test beasiswa ke luar negeri. Beliau sama sekali belum mau menyerah! Dan yang menggembirakan, Sang Profesor yang tau mantan asistennya tengah mengikuti test sengaja terbang ke Indonesia. Sang Profesor turun tangan langsung! Semua yang berkaitan dengan Mr NN dia sendiri yang menangani. YEAH akhirnya Mr NN lulus! Beliau pun bisa kuliah di Amerika! Tidak sampai di situ aja Sobat, Beliau S1 di Amerika, S2 di Jerman kemudian S3 di Jepang. Dan sekarang tengah menempuh study Posdok(jenjang pendidikan pasca S3) di Jepang juga. Jurusan yang Beliau tekini bidang Nuklir lho!

Subhanallah,,, Allah SWT kalau sudah berkehendak tidak ada yang mampu menghalangiNya walaupun bergabung semua jin dan manusia,,, KUN FAYAKUN,,, Itulah Sobat fadhilah dari ikhtiar sungguh-sungguh yang dibarengi soalat malam, solat dhuha dan membaca surat Al-Waqiah yang dilakukan Mr NN terus menerus selama lebih dari tiga tahun,,,

Happy Ending banget khan Sobat,,, Subhanallah pokoe,,, Kalo udah ngomongin Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT nggak akan habisnya,,, Selamat membuktikan Sobat,,, :-P ,,, Pasti terbukti !!!



Minggu, 15 November 2009

JaLan KeLuar Yang Ajaib,,,,,

Janji ALLOH SWT yang ada di AL-Qur'an Gak pernah saLah ya,,, QS. Ath-ThaLaaq : 2 dan 3,,, Yang kurang Lebih isinya : ALLOH SWT akan memberikan jaLan keLuar dan rejeki dari arah yang Gak disangka2,,,

Kemaren beberapa hari itu Q terpuyeng-puyeng mikirin gimana ini cara nyeLesein masaLahQ,,, And Q Lupa kaLo masih ada ALLOH ! Sampai di mentok-mentokna si otak ini, "Its oke Lah,,, Gpp,,, aqu harus mengorbankan sesuatu,,," ~ pikirQ saat itu waktu Lagi mementokna pokona mah,,, Eh, ujug-ujug and ujug-ujug ada jaLan keLuar tuh" yang sama sekaLi Gak kepikir sebeLumnya,,, SubhanaLLah ALLOH SWT emang TOP Lah! KaLo udah berkehendak kaya suLap, he he, :-), aneh bin ajaib, :-), :-),,,,,

NgeLiat semua itu, otomatis dong" hati ini jadi terseduk-seduk, he he, :-),,, SubhanaLLah Kekuasaan ALLOH SWT memang tiada duana pokona mah,,, Q yang sempet Lupa akan semua itu,,, diingetin Lagi eung oLeh-Nya,,,

Terus,,, pagi-paginya Q nonton ceramahna Ustad Yusuf Mansur di TPI ~ Yang Oke banget peLajaran ke-Tauhidannya,,, atuh jadina tambah terseduk-seduk aja hati ini,,, he he he, :-), :-), :-),,,,,





Mencetak Pemimpin Bangsa

Oleh Retno Arieswanti Hapsarini

Para orang tua bertanggung jawab akan masa depan Indonesia
Sering saya bertanya-tanya sendiri, bagaimana ya, kondisi negara ini tiga puluh tahun ke depan? Lebih maju atau tambah “mundur”? Lantas muncul pertanyaan lain, maju mundurnya suatu negara itu sebenarnya menjadi tanggung jawab siapa? Apakah pemerintah? Fakta yang terjadi sekarang ini, setiap ada masalah sedikit, langsung pemerintah yang menjadi kambing hitam. Terlebih, persaingan antar partai politik sering bikin tambah runyam suasana. Saling menjatuhkan saingan politiknya, yang kebetulan sedang hoki duduk di pemerintahan. Berakibat masyarakat kecil menjadi “limbung” tidak punya pendirian. Mencerna begitu saja apa yang diterimanya lewat media.

Banyak ungkapan yang mengatakan bahwa masa depan suatu negara tergantung pada generasi mudanya. Saya sangat setuju akan hal itu. Berarti dengan kata lain, maju mundurnya Indonesia di masa mendatang sangat bergantung pada kualitas anak-anak kita. Nah, apakah baik buruknya kualitas anak-anak kita menjadi tanggung jawab pemerintah? Tentu saja tidak bukan? Sudah jelas disebutkan dalam ajaran semua agama, bahwa anak adalah titipan, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tuanya. Kelak, saat Tuhan bertanya, “Kenapa anakmu bisa sebejat itu?”. Kita tidak bisa menjawab begini, “Itu salah pemerintah, Tuhan.”. Kalau toh kita tetap menjawab demikian, yang ada predikat kita akan bertambah, selain tidak becus mendidik anak juga suka melemparkan tanggung jawab pada orang lain.

Tantangan menjadi orang tua di era global
Menjadi orang tua di jaman sekarang memang tidaklah mudah. Permasalahan yang harus dihadapi sudah semakin komplek. Dan masalah paling utama yang menjadi akar dari semua masalah adalah menurunnya nilai moral luhur. Pesatnya perkembangan media terutama film dan sinetron, seringkali justru menyuguhkan contoh-contoh yang tidak baik. Berlomba-lomba dalam hal materi. Mendewakan cinta, sampai rela menjegal teman sendiri hanya demi mendapatkan orang yang dicintai. Fakta tersebut bertemu dengan karakteristik sebagian besar penonton Indonesia yang cenderung meniru tokoh-tokoh idolanya. Sehingga pada akhirnya semua kontent dari tayangan-tayangan tersebut, baik film maupun sinetron, menjadi sesuatu yang trend di antara generasi muda kita. Yang keren itu bukan lagi yang rajin belajar atau rajin baca buku di perpustakaan. Melainkan yang pakaiannya mengikuti trend mode terbaru, yang sering gonta-ganti pacar(laku keras), yang berani “memperjuangkan” cinta kalau perlu sahabat sendiri pun dijegal. Sifat-sifat seperti inilah, yang seringkali dianggap remeh, namun sebenarnya berdampak buruk yang kompleks, merembet meluas pada hal-hal lain dalam segala aspek kehidupan.

Semua pengaruh negatif tersebut tidak akan terlalu berpengaruh banyak, jika sebagai orang tua bisa membentengi anak-anaknya, dengan bekal pembentukan karakter dan personaliti yang kuat. Manusia dengan karakter yang kuat, akan bisa membedakan mana yang benar dan salah, tidak mudah terpengaruh, tau apa yang diinginkan dan dibutuhkan, juga mempunyai visi dan misi ke depan yang jelas.

Besik agama juga menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Seseorang yang benar-benar mengenal Tuhannya, akan tau apa sebenarnya tujuan dia hidup di dunia, yang tidak lain hanyalah sebuah persinggahan sementara, yang harus selalu diisi dengan hal-hal positif. Menjadi manusia yang berguna bagi sebanyak-banyaknya sesama melalui bidangnya masing-masing. Juga menjadi perpanjangan tangan Tuhan, memberi makan yang lapar dan menolong yang kesusahan. Manusia-manusia yang  taat dan takut pada Tuhan, biasanya secara alami akan selalu bergerak ke arah segala sesuatu yang positif.

Persiapan menjadi sosok orang tua yang berkualitas
Tidak dapat dipungkiri, keadaan ekonomi sangat berpengaruh pada cara orang menjalani hidup. Seseorang dengan tingkat ekonomi yang mapan, cenderung lebih mempunyai banyak kesempatan untuk “mengembangkan” dirinya. Demikian halnya dengan sosok orang tua yang mapan secara ekonomi, akan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mengajarkan banyak nilai-nilai positif pada anak-anaknya. Wajar, dia tidak lagi harus dipusingkan dengan permasalahan ekonomi seabreg, kebutuhannya hampir semua sudah terpenuhi. Berbeda halnya dengan para orang tua yang termasuk kategori miskin. Jangankan berfikir bagaimana caranya mendidik anak agar mempunyai personaliti yang baik, yang ada semua waktu dan pikirannya habis untuk memikirkan masalah kebutuhan makan sehari-hari, uang sewa rumah, biaya sekolah anak-anak, dan biaya kesehatan. Semua masalah itu sudah cukup membuat mereka “tertekan” secara psikologis.

Oleh karenanya, sebelum memutuskan untuk menjadi “orang tua”, hendaknya kita menyiapkan diri terlebih dahulu secara matang. Memantabkan diri dalam berbagai hal, mapan dalam ekonomi juga matang secara emosional. Jangan pernah menggantungkan kelangsungan dan kesejahteraan hidup kita pada pihak lain, termasuk pemerintah! Kadang, kita sering terlalu bergantung pada pemerintah, saat pemilihan presiden baru misalnya, berharap kesejahteraan rakyat akan meningkat, kesehatan gratis, juga pendidikan gratis. Bagaimana kalau semua paradikma itu kita rubah? Diri sendirilah yang bertanggung jawab penuh atas keadaan kita di masa sekarang maupun masa depan. Mau jadi apa dan seperti apa hanya tergantung pada usaha kita.

Memang tidak selamanya keadaan ekonomi masing-masing individu memungkinkan seseorang untuk leluasa mengeksplor bakat dan kemampuannya. Ada jauh lebih banyak yang keadaan ekonominya sama sekali tidak berpihak, bahkan hanya untuk makan saja sulit. Tapi hal tersebut bukan alasan. Justru biasanya anak-anak yang sudah mengalami kesulitan ekonomi sejak kecil, akan tertempa menjadi pribadi yang tangguh dan tahan batin. Wouw, sebuah modal awal yang luar biasa! Kebanyakan, para pengusaha sukses itu memulai semuanya dari nol, sama sekali tidak mempunyai apa-apa. Dengan ketekunan, keuletan dan kerja kerasnya lah, mereka bisa berubah from zero to hero (sumber : acara televisi yang menayangkan kisah-kisah para pengusaha sukses yang memulai semuanya dari nol).

Kesulitan, kendala dan tantangan jangan sampai menjadi suatu pembenaran untuk terus mengeluh, atau bahkan menghiba belas kasihan dari orang lain. Mengeluh dan menghiba tidak akan mendatangkan apapun, yang ada justru akan menurunkan harga diri kita sebagai individu. Akan lebih bagus, jika semua “rintangan” itu justru membuat kita lebih kreatif dan inovatif, juga jeli melihat peluang. Banyak peluang-peluang besar sebenarnya berasal dari sesuatu yang simple, yang sebelumnya bahkan dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Nah, di situlah seninya, hal-hal yang dianggap remeh orang, biasanya akan jarang tersentuh. Seandainya bisa mengambil momentum tersebut niscaya akan menjadi yang pertama(pionir) atau bahkan satu-satunya.

Data statistik menunjukkan bahwa baru 0,18% penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai pengusaha/entrepreneur (Kompas). Sebuah negara akan maju dan berkembang pesat jika minimal 2% penduduknya menjadi pengusaha, entah pengusaha mikro, kecil, menengah, maupun pengusaha besar. Sebagai pembanding, Amerika Serikat yang notabene merupakan sebuah negara yang sangat maju mempunyai 12% pengusaha dari total penduduknya, Singapura 7%, Cina dan Jepang juga sekitar 10%.

Dari data sensus penduduk 2010, penduduk Indonesia mencapai 237.556.363 orang, sebuah peluang pasar yang sangat menjanjikan bukan? Dengan jumlah penduduk yang sebegitu banyak, sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan. Jumlah pengusaha Indonesia yang masih sangat sedikit, hanya 0,18 % saja dari total penduduk Indonesia, dengan kata lain peluang untuk menjadi pengusaha-pengusaha baru masih terbuka lebar. Daripada harus berdesak-desakan bersaing memperebutkan kursi PNS, yang terkadang satu kursi diperebutkan ratusan bahkan ribuan orang. Disinilah letak perbedaan besar antara Indonesia dengan Singapura, kalau di Indonesia generasi mudanya berlomba-lomba untuk menjadi PNS, sedangkan di sana justru berlomba-lomba bersaing menjadi pengusaha yang sukses. Tidak aneh, walau Singapura hanya sebuah negara dengan wilayah yang sangat kecil, namun secara pertumbuhan ekonomi jauh lebih maju daripada Indonesia. Mari para generasi muda Indonesia, kita sama-sama berlomba-lomba menjadi pengusaha yang sukses, bersaing menggali ide-ide kreatif yang unik, belum pernah ada, out of the box, yang bisa mendatangkan keuntungan besar. Semangat!

Jangan pernah menyerah sebelum mencoba, meskipun mungkin secara akal manusia dirasa mustahil. Tidak ada hal yang mustahil di dunia ini jika Tuhan sudah berkehendak (Kun Fa Yakun). Saat melewati fase memulai, mungkin kegagalan demi kegagalan akan datang silih berganti. Jangan terkejut, atau bahkan lantas menyerah, stay cool saja. Dalam sebuah proses yang namanya kegagalan adalah hal biasa. Justru, dari kegagalan demi kegagalan itulah, kita akan mendapatkan banyak pelajaran berharga, yang bisa menjadi bahan referensi dalam melangkah ke depannya. “Kegagalan” adalah sebuah investasi masa depan yang harus segera direalisasikan keuntungannya!

Oke kawan, selamat berjuang! Demi sebuah penghidupan yang lebih baik dan sejahtera. Jangan sampai karena kemalasan kita, ataupun ketakutan untuk mencoba, akan berimbas buruk pada anak-anak kita di masa mendatang. Coba bayangkan, bagaimana sedih dan hancur leburnya perasaan, saat nanti karena “ulah” diri sendiri, anak-anak kitalah yang harus merasakan kesengsaraan, berada dalam kemiskinan, makan saja sulit, bersekolah tidak mampu, atau mau berobat saja tidak sanggup. Hah, jangan sampai deh semua itu terjadi, pasti akan sangat menyesakan dada.

Menjadi orang tua sekaligus individu yang briliant
Figur orang tua yang berkualitas, akan berawal dari sosok individu yang briliant. Sebelum menjalankan tugas sebagai orang tua pencetak pemimpin bangsa yang unggul di masa depan, kita jangan melupakan tugas sebagai generasi muda yang harus turut serta dalam proses kemajuan bangsa. Bagaimana caranya? Tidak usah muluk-muluk, cukup mulailah dari hal-hal kecil. Menjadi seseorang yang benar-benar “ahli” dalam bidangnya, sehingga bisa mempunyai manfaaf yang besar bagi banyak orang. Coba bayangkan, jika setiap generasi muda Indonesia benar-benar “ahli” dalam bidangnya, tentu Indonesia akan mempunyai banyak profesionalisme-profesionalisme muda yang siap berperan aktif dalam pembangunan. Semuanya akan berjalan dengan sukses karena dikerjakan oleh para tenaga ahli dalam bidangnya masing-masing. Kata kemajuan pun tidak akan menjadi sebuah khayalan belaka.

Selain itu, potensi “kemudaan” kita yang identik dengan gesit, cekatan, punya segudang ide briliant harus dimanfaatkan secara optimal. Jangan mau tinggal diam manakala sejuta ide baru bertebaran di otak. Memang, biasanya ide-ide baru itu seringkali diinterpretasikan “aneh” oleh banyak orang. Tapi jangan pernah menyerah, cukup bayangkan saja bagaimana bahagianya kita saat ide-ide yang awalnya dianggap “aneh” itu pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang berguna dan diterima luas oleh banyak orang. Pasti semua cibiran dan hinaan yang pada mulanya kita terima, akan langsung berubah menjadi sanjungan dan pujian.

Kita bisa melihat ke belakang, bukannya proses kemerdekaan negara kita ini, berawal dari gerakan generasi-generasi muda yang merasa resah dan ingin berbuat sesuatu untuk bangsa tercintanya. Diawali dengan pembentukan perkumpulan Budi Utomo dan diakhiri dengan indah sebagai puncak perjuangan mereka yaitu momentum proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Sebuah gerakan para revolusioner muda Indonesia yang terus-menerus dan pantang menyerah, pada akhirnya bisa mewujudkan sesuatu yang awalnya dianggap sangat mustahil, yaitu kemerdekaan Indonesia.

Sebuah contoh yang sangat mulia dari para pendahulu bangsa ini. Dulu saja, yang notabene dalam keadaan masih terjajah dan tentu saja berada di bawah tekanan musuh, masih bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. Masa, kita sekarang yang jelas-jelas sudah merdeka, tidak melakukan apapun untuk bangsa ini. Aduh, harusnya malu dong? Kita tidak perlu seperti para pendahulu yang berperang melawan penjajah. Satu-satunya yang harus kita perangi pada masa sekarang hanyalah diri sendiri, mau tidak melawan kemalasan dan rasa “takut” yang ada.

Menjadi orang tua yang berkualitas bagi anak-anaknya, sekaligus individu briliant yang mempunyai banyak manfaat bagi sesama adalah sebuah paket yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Keduanya saling mendukung satu sama lain. Disamping melaksanakan tugas dan kewajiban mendidik calon-calon pemimpin bangsa yang unggul di masa depan, kita juga harus tetap mengaktualisasikan diri secara maksimal, agar bisa tetap “utuh” sebagai individu, dan juga stabil secara emosional.

Tugas mencetak calon-calon pemimpin bangsa yang unggul di masa depan memang tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi, juga membutuhkan perhatian yang ekstra. Namun, jika setiap orang tua Indonesia melakukannya dengan sungguh-sungguh, impian bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju dan besar di masa depan bukanlah isapan jempol belaka, melainkan menjadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Modal sumber daya alam, jumlah penduduk, luas wilayah, keanekaragaman budaya, potensi kemaritiman sudah tersedia secara berlimpah di negeri ini. Tinggal satu saja yang belum ada, sumber daya manusia briliant yang bisa mengolah semua itu secara maksimal. Kawan-kawan semua, tugas kita untuk mewujudkan semua impian ini. Semangat….(^_^)                                                                                                                                         

Sumber :
Kompas, Wikipedia, tayangan di televisi yang menayangkan kisah-kisah pengusaha sukses yang memulai usahanya dari nol.