Tampilkan postingan dengan label Menang Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menang Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

File Nature-E Women's Momen Bali 2008



Jika ditanya siapa sosok perempuan yang sangat menginspirasi saya, jawabannya hanya satu dan sangat yakin, ibu sayalah Perempuan Inspiratif itu. Ibu Ratnasari namanya. Berprofesi sebagai Perawat Gigi di salah satu puskesmas di kabupaten Cilacap. Di mata saya, Beliau adalah perempuan yang sangat tangguh dan tabah. Pada saat usia Ibu delapan belas tahun Nenek meninggal dunia. Setelah kematian Nenek, Ibu mengembara mengadu nasib seorang diri di daerah Jawa Tengah. Padahal semua keluarga besarnya ada di Sumedang Jawa Barat. Dengan berbekal ijasah SPRGnya, Ibu memulai hidup baru di sebuah kota yang asing baginya. Sebagai gadis berusia delapan belas tahun dan pendatang pula, pada awalnya Ibu mengalami banyak kesulitan dalam beradaptasi. Dengan semangat bertahan hidup yang luar biasa, Ibu pun berhasil survive.

Minggu, 29 September 2013

Setiap Manusia Pasti Punya Potensi Diri





Pernahkah pemikiran kita yang ‘lemah’ ini menyalahkan tentang ciptaan-ciptaan Tuhan? Pemikiran manusia yang ‘lemah’ terkadang lupa dengan Kesempurnaan Sang Maha Pencipta. Kita sering kali bertanya-tanya untuk apakah gerangan Tuhan menciptakan ciptaan yang secara kasap mata tidak sempurna dan kurang memiliki daya guna. Jangan pernah meragukan tentang Kesempurnaan Tuhan. Tidak ada yang pernah salah dengan semua ciptaan-Nya. Setiap yang diciptakan Tuhan pasti mempunyai nilai guna apapun itu.

Perbedaan dalam penciptaan makhluk-Nya adalah hal yang lumrah. Hal ini jangan terlalu kita permasalahkan. Namun yang jelas Tuhan tidak mungkin berbuat tidak adil pada semua hamba-Nya. Setiap ciptaan Tuhan pasti memiliki potensi. Begitu pun pada manusia. Setiap manusia pasti dianugerahi Tuhan dengan potensi, apapun bentuknya itu. Namun sering kali kita kurang menyadari hal ini. Sikap kita cenderung terlalu ekstrim. Kita kadang terlalu percaya diri dengan potensi yang ada pada diri kita dan menganggap remeh potensi orang lain. Atau sebaliknya, kita iri dengan potensi orang lain sehingga menyebabkan kurang percaya diri dengan potensi diri sendiri. Sikap manakah yang akan Anda pilih? Yang pertama atau yang kedua. Atau mungkin ada alternalif sikap yang lebih bijak?

Sabtu, 28 September 2013

Me and Rubrik Kisah Nova


Saya merupakan salah satu pelanggan setia Tabloid Nova. Menunggu edisi terbaru Nova setiap minggunya, menjadi satu hiburan tersendiri di tengah rutinitas hidup yang terkadang sangat membosankan. Dari dulu, saya selalu setia pada Nova. Tidak mungkin saya berpaling, semua yang saya butuhkan sebagai perempuan ada pada rubrik-rubrik Tabloid Nova. Rubrik Nova yang menjadi favorit saya adalah Rubrik Kisah. Semua kisah perjalanan hidup tokoh yang dikisahkan benar-benar menginspirasi saya. Memberikan suatu pencerahan. Menumbuhkan semangat baru untuk berjuang menggapai cita dan asa.
           
Sejak lima tahun yang lalu, selepas dari SMU, saya bertekad untuk menggantungkan masa depan pada dunia menulis. Sayang, tidak ada yang mendukung keinginan saya tersebut. Semua menentang, termasuk orangtua saya sendiri. Mereka berfikir bahwa dunia menulis sama sekali tidak dapat menjanjikan masa depan. Saya tidak marah pada mereka. Saya tahu, orangtua saya bermaksud baik. Setiap orangtua menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Jumat, 11 Januari 2013

Cinta Produk Dalam Negeri : Antara Semangat Nasionalisme dan Pergeseran Life Style Anak Bangsa



Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi telah berhasil mengubah tatanan hidup bermasyarakat secara umum terutama dalam hal pemerataan informasi. Sebuah “keadilan informasi” pun telah berhasil terciptakan, yang kemudian menjadi dasar berkembangnya berbagai potensi manusia. Transfer-transfer informasi yang sampai pada otak bisa membentuk mindset seseorang, menjadi ruhnya dalam berfikir, berencana, dan bertindak. Keadaan ideal yang bermuara pada sebuah kesadaran akan terbukanya berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri secara maksimal.


Salah satu primadona teknologi informasi adalah ponsel. Jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) melansir pada akhir 2010 saja jumlah ponsel di Indonesia sudah mencapai 225 juta. Dengan pertambahan sekitar 2 juta per bulan, maka diperkirakan saat ini Agustus 2011 jumlah ponsel di Indonesia sudah melebihi jumlah populasi penduduk. Sebuah peluang yang sangat menjanjikan bagi para pelaku bisnis di bidang ini. Namun sayang, pasar yang begitu besar dan menjanjikan, pada kenyataannya justru lebih didominasi oleh produk-produk luar negeri.

Mengacu pada video rekaman acara televisi yang diunggah di youtube (di alamat http://tlg3.sampe.in), ternyata mayoritas ponsel yang digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah buatan luar negeri. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya, faktor life style bangsa ini yang tengah terus bergeser berkiblat ke luar. Derasnya arus globalisasi yang tidak diimbangi dengan penguatan akar mentalitas jati diri bangsa, semakin mendukung pergeseran karakteristik ketimuran kita. Dibilang ketinggalan jaman kalau enggak “gaul”. Sedangkan definisi gaul di sini lebih kepada life style yang berkiblat ke luar. Gaya hidup ala orang luar, cara bergaul ala orang luar, pun termasuk memakai bermacam barang dengan label buatan luar negeri.

Jumat, 28 Januari 2011

Toyota Story Contest (AVANZA SI MOBIL IMPIAN)


Oleh Retno Arieswanti Hapsarini



Bagi saya pribadi Avanza bukanlah sebuah mobil biasa, melainkan merupakan simbolisasi dari perwujudan impian diri ini. Impian itu bermula pada lebaran 2009. Sudah menjadi rutinitas tiap tahunnya, kami sekeluarga selalu berlebaran di kampung halaman ibu saya di Sumedang. Pada lebaran hari kedua, saya diajak Teh Pepy kakak sepupu bersilaturahmi ke tempat mertuanya di daerah Singaparna Tasikmalaya.

Kami pergi berempat, Teh Pepy, Aa Hendi, saya, dan Nisa. Untuk lebih menyamankan perjalanan, Bi Tuti adik sepupu ibu saya, menyuruh kami menggunakan mobil Avanza milik suaminya. Avanza warna kuning gold dengan plat D 1696 HD, sebuah mobil dengan body yang sangat mulus, elegan, dan terkesan lux. Kebetulan mobil ini baru dibeli sekitar satu tahunan, jadi tidak aneh kalau semuanya masih serba gress.

Rabu, 12 Januari 2011

Mengenal Hosting Dan Domain



Oleh Retno Arieswanti Hapsarini


Bagi para pengguna website, dan atau yang berencana terjun dalam dunia website, sangatlah penting mengetahui pengertian hosting dan domain. Dua istilah ini sangat penting dan mendasar agar kita bisa mempergunakan website dengan seoptimal mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal. Sudah banyak contoh nyata di saat sekarang ini, figur-figur yang menjadi sukses, kaya, dan terkenal berkat dunia website. Untuk sekup level dunia, ada 20 nama blogger fenomenal yang berhasil menjadi sukses dan kaya raya; Alborz Fallah, Collis Ta’eed, Darren Rowse, Gary Vaynerchuk, Harvey Levin, Heather B. Armstrong, Jake and Amir, Jeremy Schoemaker, Josh Marshall, Lisa Stone, Mario Lavandeira, Michelle Malkin, Michael Arrington, Pete Cashmore, Robert Scoble, Steve Pavlina, Tim Ferriss, Timothy Sykes, Tucker Max, dan Yaro Starak. Para blogger sukses ini rata-rata bisa mengantongi penghasilan puluhan ribu dollar setiap bulannya hanya dari iklan saja, belum lagi tambahan penghasilan lain yang merupakan imbas dari kepopuleran blog mereka.

Puluhan ribu dollar per bulan? Sebuah penghasilan yang sangat fantastis bukan? Terinspirasi oleh keberhasilan mereka, saat ini di Indonesia sendiri, sedang marak-maraknya era GO Blogging. Semua orang seolah tengah berlomba-lomba untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari blog(website) milik pribadinya.

Kamis, 23 September 2010

Tidak Ada Hal Yang Salah Kalau Sudah Menyangkut Kemuliaan Seorang Ibu

By Retno Arieswanti Hapsarini

Sebagai sebuah bentuk hubungan yang wajar antara ibu dan anak, hubungan saya dengan Ibu penuh dengan pasang surut. Gelombang pasang itu datang beberapa tahun silam sewaktu saya masih kuliah semester tiga. Sebuah tragedi terjadi yang membuat hubungan kami rusak dalam waktu yang cukup lama. Sebelumnya saya sangat “memuja” Ibu, dalam hati ini tertanam tekad : “Saya harus menjadi anak yang bisa membanggakan dan membahagiakan Beliau!”. Namun kejadian itu membuat rasa kagum itu hancur berantakan berkeping-keping, terganti dengan rasa sakit merasa terkhianati yang teramat sangat. Jika dilihat secara kasap mata kejadian itu terlihat simple. Tapi bagi saya tidak begitu! Ada banyak alasan yang membuatnya menjadi begitu berat dan teramat menyakitkan.

Liburan semester tiba seperti biasa saya pulang kampung naik kereta ekonomi Pasundan dari Yogyakarta menuju Banjar. Sesampai di stasiun Banjar, Ayah sudah menunggu untuk menjemput. “Kok pake jaket? Tumben?”, tanya saya dalam hati karena biasanya Ayah tidak pernah pake jaket. Tanpa banyak bicara saya ikuti saja langkah Beliau menuju parkiran. Ayah melangkah menuju sebuah motor honda baru. Saya pun tertegun, kemudian spontan bertanya, “Motor siapa nih?”. “Motor kita dong.”, jawab Ayah. Wah ternyata mereka membeli motor baru! Pantas saja Ayah pake jaket biasanya kalau menjemput pake mobil Ayah gak pernah pake jaket. Alhamdulillah waktu itu keluarga kami sudah mempunyai mobil walaupun hanya sebuah mobil yang sangat sederhana sekali sangat jauh dari kata mewah. Tetapi dengan mobil “butut” itu lah kami bisa bepergian bersama sekeluarga dengan nyaman.